Selasa, 24 Oktober 2023

, , ,

Tugas Akhir Pembatik Level 4 || Berbagi Praktik Baik pembelajaran inovatif berbasis TIK yang berpusat pada murid dan bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan Platform Teknologi.

“Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”.

Pendidikan adalah pondasi untuk masa depan sebuah bangsa. Karena itu seorang guru harus memastikan ilmu yang diikuti oleh siswa berdaya guna untuk mereka. Tidak hanya karena ilmu itu penting untuk masa depan tapi juga karena ilmu akan mencerminkan nilai moral mereka sebagai manusia seutuhnya yang tercermin dalam profil pelajar pancasila yang akan mereka bawa menuju hari esok. Tantangan ini akhirnya akan berada di tangan para pendidik yaitu orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk membina generasi muda menjadi manusia yang tangguh, berkualitas dan mampu bersaing secara global.

Sebagai seorang pendidik, saya harus memastikan proses belajar yang dilakukan siswa memiliki nilai manfaat untuk mereka. Maka menyesuaikan metode dan model pembelajaran adalah hal utama untuk dilakukan. Pembelajaran yang beradaptasi terhadap kebutuhan siswa akan memudahkan mereka dalam mengerti materi pembelajaran.

Sejalan dengan tujuan dari penerapan kurikulum merdeka, pembelajaran harus bersumber dari siswa. Pembelajaran harus menitikberatkan kegiatan pada aktivitas siswa didalam kelas. Oleh karena itu saya menerapkan pembelajaran dengan metode resitasi didalam kelas agar siswa mampu mencari, menalar, mempraktekkan, membuktikan dan melaporkan hasil dari pembelajaran yang dialaminya.

Pada kesempatan ini, materi yang diajarkan adalah Interaksi antar perangkat untuk mata pelajaran Informatika kelas VII. Pada materi ini, siswa diharapkan mampu untuk menghubungkan dua perangkat dengan menggunakan jaringan berbeda. Pembelajaran ini telah memenuhi standar High Order Thinking skill karena dua dari tiga tujuan pembelajarannya telah berada di tahap kognitif akhir yaitu menciptakan dan menganalisa.

1. Meningkatkan HOTS dengan pembelajaran Resitasi

Memasukkan unsur HOTS dalam pembelajaran adalah hal yang disarankan dalam kurikulum merdeka karena hanya pelajaran bermuatan HOTS yang mampu mengembangkan daya nalar kritis siswa dalam belajar. HOTS adalah kunci pembelajaran yang bermanfaat dan relevan dengan tujuan dari kurikulum merdeka yaitu mengembangkan siswa sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Saya memilih pembelajaran resitasi karena relevan dengan tujuan tersebut diatas. Metode pembelajaran ini cenderung fleksibel, mudah digunakan dan gampang untuk diawasi. Selain itu juga pembelajaran ini memiliki fungsi ganda sebagai post test atau evaluasi dari proses hasil belajar yang telah dilakukan oleh guru. Dengan pembelajaran ini seorang guru bisa melihat umpan balik hasil belajar dari siswa apakah pembelajaran yang telah dilakukan telah sampai kepada siswa atau tidak karena walaupun pembelajaran di dalam kelas seru tanpa tapi hasil tidak efektif maka itu adalah sebuah kesia-siaan dalam pendidikan.

Pembelajaran menggunakan metode resitasi adalah model pembelajaran lama dimana siswa diharuskan menuliskan hasil dari proses belajar yang telah mereka lalui di dalam kelas. Dulu pembelajaran ini sering dilakukan di dalam kelas namun tidak bisa efektif karena guru memaksakan kepada siswa untuk menuliskan isi dari sebuah buku kedalam lembar evaluasi sehingga ketimbang disebut sebagai metode mengajar, pembelajaran ini cenderung bisa disebut pembelajaran menyalin buku paket kedalam lembar evaluasi. Selain itu, hasil dari tulisan siswa biasanya ditulis pada buku tulis siswa tersebut sehingga guru tidak mendapatkan penilaian post test dari tulisan siswa. Pada kesempatan ini saya mencoba melakukan inovasi pada metode pembelajaran tersebut dengan menerapkan penggunaan perangkat dan juga platform teknologi untuk mendapatkan pembelajaran yang efektif dan terbarukan.

Pembelajaran metode resitasi tidak bisa berdiri sendiri melainkan memerlukan metode pembelajaran lain untuk memaksimalkan hasil yang didapatkannya. Pada kegiatan ini, saya mengkombinasikan setidaknya tiga buah metode pembelajaran di dalam kegiatan inti yaitu metode Information Search, Metode Inquiry, dan Metode Resitasi. Metode Information search berguna untuk menyelaraskan pencarian siswa terkait informasi yang ingin dicari, metode Inquiry akan mengasah kemampuan analisis dan presentresentasiase siswa lalu metode Resitasi akan melihat seberapa besar kemampuan siswa dalam menuliskan pengalaman dan pengetahuannya kedalam tulisan.

Pembelajaran ini dimulai dengan menyiapkan kelas. Kegiatan ini penting untuk dilakukan guna membuat kelas kondusif dan siap untuk menerima pelajaran. Dalam kasus ini, saya menyiapkan kelas dengan bertepuk tangan bersama dengan siswa. Kegiatan ini dapat membangkitkan ketertarikan pada siswa agar perhatiannya masuk kedalam ruang kelas sebelum pembelajaran dimulai.

Siswa melakukan asesmen kognitif sebelum belajar
dengan menggunakan akun belajar.id

Langkah selanjutnya adalah kegiatan pendahuluan. Pendahuluan di dalam kelas adalah tempat dimana guru melakukan kegiatan awal pembelajaran seperti memberi salam, melakukan presensi kehadiran, menanyakan pembelajaran dari minggu lalu, melontarkan pertanyaan pemantik, menyampaikan tujuan pembelajaran dan lainnya. Kegiatan ini adalah salah satu aspek penting dimana saya memberikan asesmen kognitif kepada siswa menggunakan akun belajar.id. Selain itu disinilah siswa mendengarkan tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan dan juga manfaat dari pembelajaran itu. Menyampaikan manfaat pembelajaran kepada siswa dapat dikombinasikan dengan pertanyaan pemantik agar terjadi interaksi yang lebih banyak dengan siswa terkait materi yang ingin mereka pelajari.

Siswa Melakukan proses penggalian informasi menggunakan
flatform teknologi 

Bagian selanjutnya dari pembelajaran ini adalah menerapkan sintaks dari Problem Based Learning yaitu orientasi siswa pada masalah. Penerapan ini digunakan karena pembelajaran ini menggunakan model pembelajaran Problem based learning. Orientasi siswa pada masalah adalah memberikan kasus kepada siswa berupa sebuah masalah untuk nantinya dipecahkan. Pada pembelajaran ini, kasus yang digunakan adalah tentang dua orang anak yang sedang liburan dan ingin mengirimkan foto namun tidak ada jaringan internet di tempat liburan tersebut. Pemilihan masalah ini sudah sesuai dengan tujuan dari pembelajaran yaitu siswa bisa memahami, menciptakan dan membuktikan transfer data antara dua perangkat yang berbeda pada pelajaran interaksi antar perangkat untuk informatika kelas VII kurikulum merdeka.

Guru membagi siswa kedalam dua kelompok untuk melakukan
eksperimen pengiriman data

Setelah siswa diperkenalkan pada masalah, mereka dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri atas dua orang yaitu siswa A dan Siswa B. Mereka kemudian akan melakukan pencarian data sendiri untuk memecahkan masalah mereka dengan menggunakan sosial media. Dalam prakteknya, siswa menggunakan smartphone mereka untuk mencari pemecahan dari masalah tersebut yaitu menggunakan jaringan bluetooth untuk pertemuan pertama dan menggunakan wifi share untuk pertemuan kedua. Siswa mencoba teori tersebut dengan teman sekelompoknya sebelum mempraktekkannya di depan kelas.

Siswa Mengirimkan foto dan menunjukkannya kepada Guru

Setelah mencari pemecahan masalah tersebut dan mencoba dengan teman sekelompoknya, siswa kemudian akan maju dan membuktikan hasil pencariannya di depan guru dan teman kelasnya. Untuk percobaan pertama, siswa A akan mengirimkan foto selfienya ke siswa B. Pada kesempatan ini, siswa A dan siswa B dipisahkan di dalam kelas untuk menghindari kecurangan mengirimkan foto dengan menggunakan jaringan internet. Ketika foto telah terkirim, siswa B akan mendatangi siswa A yang berada di dekat guru untuk menunjukkan hasil foto yang dikirimkan.

Pada kegiatan kedua, siswa B akan mengirimkan foto ke siswa A tapi sebelum itu, siswa A akan disuruh menunggu diluar kelas. Jika foto dari siswa B telah dikirim, siswa B boleh memanggil temannya yaitu siswa A dan menunjukkan foto yang terkirim di kedua smartphone di depan guru. Tiap kelompok yang berhasil mengirimkan foto akan mendapatkan apresiasi berupa ucapan selamat dan tepuk tangan dari semua teman di dalam kelas.

Siswa menunggu diluar kelas untuk percobaan kedua

Pada pelajaran ini, karena waktu yang dibutuhkan cenderung cepat, maka masih ada waktu yang bisa digunakan untuk tantangan kepada siswa. Tantangan pembelajaran diberikan dengan memberikan kompetisi kepada siswa untuk mencoba mengirimkan data pada perangkat yang berbeda yaitu mengirimkan musik ke perangkat speaker bluetooth dan mengirimkan foto kepada laptop guru. Dalam tantangan ini dua orang siswa berhasil menyelesaikan dengan waktu tercepat yaitu arif dan safira.

Siswa mengerjakan tantangan mengirimkan foto
 ke laptop guru menggunakan bluetooth

Bagian terakhir yaitu Menuliskan pengalaman atau proses resitasi. Proses resitasi menjadi kegiatan inti dan terakhir dari pembelajaran ini karena di bagian inilah tempat siswa menuliskan semua proses pembelajaran yang telah mereka lakukan. Dalam kegiatan ini guru memberikan soal bertipe HOTS untuk memancing daya nalar siswa seperti "Bagaimana cara mengirimkan foto menggunakan bluetooth?" dan "apa yang terjadi jika semua perangkat di dunia terkoneksi dalam satu jaringan?". Hasil siswa kemudian menjadi bahan evaluasi terkait sejauh mana pemahaman siswa terkait pembelajaran yang telah dilakukan.

Siswa melakukan proses resitasi

Siswa Melakukan proses resitasi

Hal menarik dari pembelajaran ini adalah, metode pembelajaran ini sepenuhnya melibatkan siswa dalam pembelajaran dari awal sampai akhir. Dalam kegiatan ini, guru hanya menjadi seorang pengawas dan teman belajar sedangkan media dan sumber belajar ada pada siswa sendiri. Siswa melakukan pencarian informasi, membuktikan proses, melakukan presentasi dan menulis hanya dengan teman kelompoknya. Guru hanya mengarahkan dalam proses tersebut sehingga apa yang ditulis dalam proses resitasi adalah pengalaman dari proses pembelajaran dan bukan hasil dari materi yang ada di buku maupun internet. Mengembangkan siswa untuk bisa menulis pengalaman belajar adalah kunci dari pembelajaran ini karena menulis berarti mengembangkan dan membagikan nalar kepada orang lain, sebuah puncak dari proses pendidikan.

Lembar Resitasi yang berisi pengalaman belajar siswa

2. Berbagi dan berkolaborasi praktik baik dengan guru di UPT SMPN 3 Mattirobulu

    Setelah melihat hasil pembelajaran kepada siswa yang memuaskan, saya kemudian melakukan kegiatan berbagi praktik baik dengan guru mata pelajaran yang ada di UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu. Dalam kegiatan berbagi ini, selain berbagi, saya juga berkolaborasi dengan dua orang guru lainnya untuk berbagi praktik baik yaitu bapak Suardi S.Pd dan Hj Hermanto S.Ag.MA. Bapak suardi adalah Peserta dari Calon Guru Penggerak Angkatan 8 yang membagikan praktik baik pembelajaran berdiferensiasi kepada para guru di sekolah. Sedangkan Hj Hermanto adalah wakil ketua PGRI cabang Mattirobulu yang membagikan praktek pembelajaran Agama yang disenangi oleh siswa.

Poster berbagi praktik baik dengan guru di sekolah

    Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 dari 15 guru dan tendik yang ada di UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu. Dari kegiatan ini, beberapa guru tertarik untuk mencoba praktik pembelajaran resitasi di dalam kelas. Dari beberapa guru yang tertarik, kebanyakan menanyakan soal keefektifan dan keefektifitasan pembelajaran dalam kurikulum merdeka serta apakah penerapan tidak menimbulkan masalah dalam kelas jika siswa aktif. Pertanyaan tersebut dijawab secara sederhana bahwa pembelajaran ini akan efektif jika konsep pembelajaran di awalnya menarik dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berkreasi di dalam kelas.

Pemaparan Materi berbagi praktik baik


Bincang-bincang dengan guru di sekolah terkait praktik baik

3. Berbagi Praktik baik dengan MGMP TIK Kabupaten Pinrang

    Langkah selanjutnya dari proses berbagi praktik baik yang saya lakukan adalah dengan memberikan proses ini kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK Kabupaten pinrang. Kegiatan ini perlu karena guru yang tergabung dalam komunitas ini memiliki mata pelajaran yang sama dengan yang saya ajarkan di sekolah sehingga pemanfaatan metode ini bisa memiliki dampak positif yang sama.

Poster berbagi Praktik Baik dengan MGMP TIK

    Kegiatan ini berlangsung melalui Google Meet pada tanggal 17 Oktober 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 orang guru TIK yang berasal dari 12 Kecamatan di kabupaten pinrang dan 17 sekolah berbeda. Dalam pertemuan ini, guru bertanya tentang izin penggunaan smartphone di sekolah karena kebanyakan sekolah masih melarang siswanya menggunakan smartphone di sekolah. Pertanyaan ini bisa dijawab dengan menganggap smartphone hanya sekedar aspek pendukung dan media belajar dengan begitu maka perannya bisa digantikan oleh laptop maupun chromebook yang telah dibagikan oleh KEMDIKBUD RISTEK. Selain pertanyaan itu ada juga pertanyaan tentang alternatif penggunaan perpustakaan untuk menggantikan information search menggunakan smartphone.


Pemaparan materi pada MGMP TIK Kabupaten Pinrang

Tanya jawab terkait materi dan praktik baik Metode resitasi

4. In House Training (IHT) Canva For Education

    Inhouse training adalah saran dari kepala sekolah untuk dilakukan di sekolah berkenaan dengan salah satu kegiatan pembatik untuk berbagi praktik baik di sekolah untuk guru. Kegiatan ini kemudian menjadi pertimbangan mengingat guru di sekolah banyak yang sedang mengikuti kegiatan pengembangan diri seperti Program Profesi Guru (PPG) dan juga Guru Penggerak (GP). Kedua kegiatan ini butuh soft skill dalam bidang pembuatan desain grafis dan juga desain video untuk pengeditan pembelajaran. Karena itu kegiatan ini dilakukan dalam dua hari yaitu pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2023.

Poster IHT Canva For Education

    Dalam kegiatan ini, pemateri membagikan desain sederhana yang bisa dilakukan menggunakan canva untuk membuat sampul modul ajar, poster kebersihan, dan juga iklan untuk sosial media. Untuk kegiatan pembuatan video, pemateri membagikan cara pengeditan sederhana dengan video sederhana untuk canva kepada para guru yang sedang mengikuti pengembangan diri. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 dari 15 guru di UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu.


Pemberian materi tentang Canva for education

Guru yang sedang mengikuti pengembangan diri seperti CGP dan PPG
belajar mengunakan canva for education


Guru belajar canva


5. Berbagi dan berkolaborasi dengan sahabat teknologi sulawesi selatan tahun 2023

Saya juga berkesempatan untuk berbagi dan berkolaborasi dengan sahabat teknologi 2023. Pada kesempatan ini saya berkolaborasi dengan dua orang sahabat teknologi yaitu Bapak Firmansyah S.Pd., M.Pd dari Soppeng dan Bapak Runal Rezkiawan B., S.Kom., MT dari Kota Makassar. Kegiatan berbagi kami beri nama Sarabba (Sahabat berbagi dan berkolaborasi Bersama). Turut serta sebagai pembuka dan Keynote Speaker dalam kegiatan ini adalah Bapak Muhammad Alimka, S.Pd, Duta Teknologi Sulawesi Selatan Kemdikbud Ristek 2023.

Poster Sarabba

Pembukaan Kegiatan Sarabba

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh bapak Firmansyah yang memperkenalkan anggota berbagi praktik baik lalu mempersilahkan bapak Alimka untuk menyampaikan kalimat pembuka. Bapak Alimka menyampaikan bahwa pendidikan bukanlah sebuah kapal yang dijalankan oleh satu orang saja namun oleh banyak orang yang bekerja sama agar kapal bisa mencapai tujuan. Kegiatan lalu berpindah ke bapak runal Rezkiawan sebagai pemateri pertama. Bapak runal membawakan materi tentang pemanfaatan aplikasi untuk memudahkan rekayasa elektronik dalam pembelajaran di SMK. Selanjutnya saya membawakan materi tentang pembelajaran resitasi. Pada kesempatan kali ini, saya menjelaskan tentang manfaat pembelajaran resitasi dalam pendidikan siswa dimana guru hanya bertindak sebagai pengawas dan siswa terlibat aktif secara menyeluruh di dalam pembelajaran ini. Setelah saya diikuti oleh bapak firmansyah yang menawarkan praktik baik untuk diikuti yaitu pembelajaran menggunakan multimedia interaktif untuk anak sd dalam mengerti tentang magnet.

Kegiatan Berbagi dan berkolaborasi

Kegiatan Berbagi dan berkolaborasi

Kegiatan Berbagi dan berkolaborasi

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai tempat di Indonesia. Dari peserta ini saya mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana penerapan di sekolah. Saya menjawabnya bahwa penerapan di sekolah masih kurang efektif karne media pembelajaran belum memadai. Lanjut pertanyaan tentang apakah bisa diterapkan di sekolah swasta. Saya menjawab bahwa jenis sekolah tidak berpengaruh terhadap keefektifitasan metode yang digunakan selama konsep pembelajaran memiliki rangkaian yang menarik sedari awal. Sesi berakhir dengan sharing pengalaman dari beberapa guru tentang kondisi yang mereka hadapi di sekolah. Berbincang santai sambil menunggu malam seperti kawan sejati yang meminum sarabba bersama.

Setelah melalui rangkaian kegiatan pembatik dan sampai pada level 4 ini, saya sangat bangga dengan hasil yang saya dapatkan. Tidak hanya saya menjadi lebih termotivasi untuk menemukan pembelajaran kreatif baru namun juga bisa memberikan dampak yang luas kepada orang disekitar saya termasuk pada siswa dan guru. Saya berharap kegiatan ini bisa terus memotivasi para guru di indonesia untuk terus berkembang menemukan metode pembelajaran baru dan inovatif demi kemajuan dari pendidikan indonesia. Amin




Share:

0 komentar:

Posting Komentar